Sabtu, 08 Juni 2013

GAMBARAN SINGKAT MASARAKAT ISLAM

Masarakat Islam
Masarakat adalah terbentuk dari sekumpulan orang yang saling ketergantungan individu terhapat orang lain, karena memang manusia makhluk social. Masarakat akan menjadi apa dan bagaimana, menjadi siapa tergantung pada siapa dia bermasarakat. Manusia memiliki tabiat mempengaruhi atau dipengaruhi, istilah lain jadi pemain atau mau jadi penonton. Maka tabiat tersebut akan sagat terasa jika ada dalam lingkungan komunitas masarakat. Ada manusia yang tabiatnya sagat kooperatip, tabiat kerja sama dengan yang lainnya untuk memenuhi kebutuhannya. Di samping itu jua manusia juga kadang kala ada tabiat kompetitip, yaitu yang ditonjolkan sifat bersaing dalam masarakat untuk memenuhi kebutuhanya.  Kadang kala juga manusia yang di tampakkan sifat kebinatanganya (hayawanun) ketimbang tabiat berpikirnya. Banyak manusia yang menampakkan sifat yakni manusia dengan sifat binatang, tidak sedikit pula yang masarakat menampakkan sifat syaitanya, tafi juga banyak manusia yang menunjukkan tabiat pilihannya orang yang berpikir cermerlang( mustanir).
Oleh sebab itu banyak dimasarakat yang menampakkan sifat- sifat tersebut, ketika sedang berkompetisi dan berekpresi. Dalam hal ini tabiat – tabiat hewan, ada yang seperti anjing (dengki), serigala (predator), ular (licik), buaya (rakus), ayam jago (free sex), dan lalat yang baik buruk diambil, dll.
Jika didalam masarakat tabiat tersebut dibiarkan, maka yang terjadi lingkungan menjadi lingkungan social tidak sehat. Sehingga keburukan didalam lingkungan masarakat akan terbawa kerumah.  Ini akan sagat berbahaya untuk kehidupan berkeluarga dan bermasarakat. Untuk itu harus ada perlindungan terhadap individu dan masarakat, walaupun individu itu memiliki kebebasan tetapi kebebasan itu dibatasi oleh orang lain. Supaya terjadi keseimbangan yang propesional antara hak dan kewajiban individu dan masarakat.
Untuk membangun suatu masarakat yang ideal menurut pandangan islam adalah bahwa masarakat dalam bahasa arab dikenal dengan istilah musyarakah. Dan dalam bahasa arab dikenal dengan nama mujtama’ yang menurut lisanun arab mengandung arti pokok dari segala sesuatu, yakni tempat tumbuhnya keturunan, juga mengandung makna sekumpulan orang yang berbeda beda. Sedangkan musyarakah sering dipakai dalam istilah perbankkan syariah adalah berserikat, bersekutu, atau saling kerja sama. Jadi dapat disimpulkan istilah musyarakah dan mujtama’ adalah kumpulan dari orang banyak yang berbeda-beda, tetapi menyatu dalam ikatan kerjasama, dan mentaati kesepakatan yang dibuat bersama. Menurut ideology islam seharusnya tempat berpijaknya masarakat adalh aqidah, pemikiran, perasaan dan pelaturan yang lahir dari aqidah. Jadi apabila pemikiran dan perasaan islam berkembang luas serta pelaturan islam diterapkan kedalam tenggah – tenggah masarakat akan terwujud masarakat islami. Jadi kesimpulanya masarakat yang idealnya adalah kumpulan dari manusia, pemikiran, perasaan, dan pelaturan. Islam juga  memandang manusia satu dengan yang lain akan membentuk jamaah. Akan tetapi masarakat akan tetap tidak terbentuk kecuali jika mereka menganut pemikiran, memiliki perasaan, serta diterapkan pelaturan ditengah – tengah mereka. Yang mewujudkan hubungan sesama manusia adalah kemashalakatan. Jika masarakat telah menyamakan pemikirannya tentang kemashalakatan, juga perasan mereka, sehingga rasa ridho dan marahnya akan sama, ditambah pula penerapan pelaturan yang sama akan mampu memecahkan berbagai persoalan, juga terbentuk hubungan sesama anggota masarakat.
Islam juga memandang bahwa pelaturan islam juga dilaksanakan oleh setiap individu dengan dorongan taqwallah yang tumbuh dari dalam jiwa. Sementara teknis pelaksanaannya dilaksanakan oleh Negara dengan adil, yang dapat dirasakan oleh jamaah. Didukung oleh masarakat yang saling tolong menolong, antara anggota masarakat dengan Negara dalam menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar, serta diterapkannya pelaturan oleh negara. Dalam islam Negara bertanggung jawab terhadap segala urusan umatnya. Sehingga peraturan islam jika diterapkan akan melindungi jiwa, melindungi harta, melindungi akal, melindungi agama, melindungi keturunan, melindungi kehormatan, dll. Itulah gambaran sekilas masarakat islam yang berpedomam pada syariat islam.
waallahu'alam bis shawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar