Jumat, 14 Juni 2013

Pemahaman Tentang Qodo dan qodar


Pemahaman Tentang Qodo dan qodar


Salah satu rukun iman adalah iman kepada qodo dan qodar,  iman berada pada urutan ke enam dari rukun iman.dasar iman ini adalah ayat al-qur'an sebagai berikut:

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang tertentu waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.(QS. 3:145)

 Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.(qs Al-A'raf:34)

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhulmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS 57:22)
  
Katakanlah (wahai Muhammad): "Tidak sekali-kali akan menimpa kami sesuatupun melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung yang menyelamatkan kami, dan (dengan kepercayaan itu) maka kepada Allah jualah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal". (qs At-taubah:51)

Dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari kiamat itu tidak akan datang kepada Kami". Katakanlah (wahai Muhammad): "Bahkan (tetap datang). Demi Tuhanku yang mengetahui segala perkara yang ghaib, hari kiamat itu sesungguhnya akan datang kepada kamu". Tiada tersembunyi dari pengetahuanNya barang seberat debu yang ada di langit atau di bumi, dan tidak ada yang lebih kecil dari itu atau yang lebih besar melainkan semuanya tertulis di dalam Kitab yang terang nyata.(qs As-saba:3)

Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.(QS Al-an'am: 60)

Di mana jua kamu berada, maut akan mendapatkan kamu (bila sampai ajal), sekalipun kamu berada dalam benteng-benteng yang tinggi lagi kukuh. Dan kalau mereka beroleh kebaikan (kemewahan hidup), mereka berkata: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau pula mereka ditimpa bencana, mereka berkata:" Ini adalah dari (sesuatu nahas) yang ada padamu". Katakanlah (wahai Muhammad): "Semuanya itu (kebaikan dan bencana) adalah (berpunca) dari sisi Allah". Maka apakah yang menyebabkan kaum itu hampir-hampir tidak memahami perkataan (nasihat dan pengajaran)? (Surah an-Nisa': 78)

ayat di atas benar dari Al-qu'ran, tapi ternyata terdapat pemahaman  yang salah terhadap qodlo dan qodar di masyarakat muslim. orang-orang menganggap ayat-ayat di atas sebagai dalil untuk memberi kesan bahwa manusia dipaksa untuk melakukan perbuatan mereka. merka mengklaim mereka dipaksa karena iradah Alloh. dikesankan pula bahwa Alloh menciptakan manusia beserta perbuatannya sehingga manusia tidak bebeas sama sekali dan telah dipaksa secara total. alasan mereka 

”Padahal Allahlah yang menciptakanmu dan apa yang kamu perbuat.”(Ash-Shaffat: 96)

Pemahaman bahwa manusia terpaksa ini salah karena membuat orang Islam menjadi pasrah pada keadaan. mereka menjadi merasa dipaksa dalam beribadah. mereka takut jangan-jangan nanti mereka ditakdirkan untuk sekarang Islam tapi mati kafir atau ditentukan di neraka. ini yang salah. Sebenarnya misalnya masalah ilmu Allah, sebenarnya ilmu Allah tidak memaksa manusia untuk melakukan suatu perbuatan. Sebab Allah sudah mengetahui sebelumnya bahwa manusia akan melakukan perbuatan itu. Dilakukannya perbuatan tersebut bukan dari dorongan ilmu Allah, ilmu Allah bersifat Azali, dan Allah sudah mengetahui bahwa ia akan melakukan perbuatan tersebut. Mengenai adanya tulisan di lauhul mahfudz, tidak lain adalah perlambang betapa luasnya ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu. Demikian dengan iradah Allah, tidak memaksa manusia untuk melakukan suatu perbuatan.  Yang dimaksud iradah Allah adalah tidak akan terjadi sesuatu apapun dimalakut (alam kekuasan)-Nya kecuali atas kehendak-Nya”.dan kata lain, tidak ada sesuatu di alam ciptaan-Nya yang kejadiannya berlawanan dengan kehendak-Nya.jadi apabila kita melakukan perbuatan tanpa dicegah Allah, tanpa dipaksa, dan ia dibiarkan melakukan sesukarela, maka pada hakekatnya perbuatan kita itu berdasarkan iradah Allah, bukan berlawanan dengan kehendak Allah. Perbuatan itu kita lakukan dengan suka rela berdasarkan pilihannya. Sedangkan iradah Allah tidak memaksa perbuatan kita itu.
Jika kita cermati perbuatan kita bahwa kita hidup di dalam dua area. Area pertama yang ,”area yang mampu dikuasainya,” area ini dimana area yang kita kusai baik semua perbuatan atau kejadihan yang terjadi karena pilihan kita sendiri. Sedangkan area yang kedua adalah ,”area yang menguasai kita,” dimana area ini perbuatan atau kejadihan yang tidak ada campur tangan kita. Area kedua ini dapat dibagi menjadi dua yaitu pertama kejadian yang ditentukan oleh nizhamul wujud (sunnahtullah), missal kita dating dan meninggalkan dunia bukan atas kemauan kita, manusia tidak bias terbang di udara, tidak bias berjalan diatas air hanya dengan tubuhnya, tidak bias menentukan warna biji matanya, bentuk kepala dan tubuhnya. Akan tetapi semua diciptakan oleh Allah SWT, tidak dapat menolaknya.  kedua kejadian yang tidak ditentukan oleh nizhamul wujud(sunnatullah) tetapi diluar kemampuan kita, perbuatan berasal dari manusia atau yang menimpanya, yang sama sekali tidak mampu menolak, missal orang jatuh dari tembok menimpa orang hingga meninggal, atau menembak burung tetapi tidak segaja kena orang hingga mati, atau kecelakaan pesawat, kereta api atau kecelakaan mobil yang tiba rusak mendadak tidak bisa dihindari sehingga penumpangnya meninggal. Segala kejadian yang menimpa diarea kedua ini adalah qodla (keputusan Allah), sebab Allah yang memutuskan-Nya.
Baik masalah qodar adalah baik kejadian yang ada diarea yang menguasai kita dan area yang menguasai kita, baik benda itu dari unsur alam semesta, manusia, atau alam semesta. Alah SWT tealh menciptakan khasiat ( sifat dan cirri khas) tetu pada benda-benda. Missal api sifatnya membakar,sedangnya kayu sifatnya terbakar,  pisau sifatnya memotong, demikian seterusnya. Allah SWT, meciptakanya sifatnya baku sepanjang masa, jika kasiat itu melangar berarti Allah sudah menarik khasiahtnya. semua itu adalah yang diciptakan Allah baik yang terdapat pada benda maupun naluri dan kebutuhan jasmani manusia dinamakan qodar. (ketetapan)
Demikian pemahaman tentang qodlo dan godar, pemahaman ini semoga dapat mendorong kita untuk melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan, selama kita sadar bahwa allah selalu mengawasi dan akn minta pertanggung jawaban-Nya. Kita seharusnya menyadari bahwa Allah telah member kebebasan kepada kita untuk melakukan suatu perbuatan atau meninggalkannya. Apabila kita tidak pandai mengunakan hak pilih kita, tentu akan terperosok kedalam jahanam, mendapat siksa yang pedih. oleh karena itu pemahaman terhadap qodlo dan qodar ini harus diperbaiki. 

Wallahu a’lam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar